Connect with us

BUNGO

Peduli Perempuan dan Anak, Dinsos P2KBP3A Bungo Bentuk Forum PUSPA

-

BUNGO, INDIKATOR.id– Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinas P2KB-P3A) Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi menggelar Rapat Koordinasi Pembentukan Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA).

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial P2KB-P3A Kabupaten Bungo, Ir. Suryawani, ME, Selasa (13/08/2019).

Suryawani mengatakan, pembentukan forum partisipasi publik ini sebagai bentuk perhatian dan komitmen Pemkab Bungo terhadap perempuan dan anak.

“Puspa bertujuan memperkenalkan program Kementrian PPA yakni Three Ends. Diantaranya, hentikan kekerasan perempuan dan anak, hentikan perdagangan perempuan serta akhiri kesenjangan perempuan,” tutur Suryawani.

Suryawani menyebutkan, tren masalah perempuan dan anak selalu meningkat setiap tahunnya, sehingga ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Khusus mewujudkan kesejahteraan anak, pemerintah Kabupaten Bungo akan terus fokus. Diraihnya predikat Kabupaten Bungo Layak Anak tahun 2019 salah satu bukti komitmen Pemkab Bungo dalam program ini. “Predikat tersebut merupakan pengakuan Pemerintah pusat bahwa Bungo Layak Anak,” kata Suryawani, “program perlindungan terhadap anak akan terus kita lakukan, memberikan pendampingan-pendampingan khusus kepada anak berkasus, sampai kasus hukumnya selesai,” tambah Suryawani.

Drs. H. Nawawi Usman pemateri dalam Rakor ini memaparkan, mengatasi masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi komplek karena keterbatasan dana dan sumber daya manusia. Sehingga untuk mengatasi masalah itu perlu melibatkan partisipasi elemen masyarakat

Baca:  Korban Disekap, Perampok Bersenpi Gasak Harta Warga Kuamang Kuning

“Pemerintah begitu fokus mengatasi masalah perempuan dan anak sebab hal itu sangat menentukan nasib bangsa mengingat banyak negara yang kolab karena tidak memperhatikan nasib perempuan dan anak, untuk itu kita bentuk Puspa ini guna meningkatkan kualitas hidup perempuan dan dalam memenuhi apa saja yang menjadi hak bagi anak,” kata Nawawi.

Di Kabupaten Bungo sendiri sebut Nawawi, kasus kekerasan perempuan dan anak dilapangan cukup tinggi, namun yang terdata diketahui sangat rendah. “Kasus kekerasan yang dilaporkan ke unit PPA Polres Bungo rendah. Karena banyak masyarakat yang enggan melapor, mereka menutupi karena malu dan menganggap hal itu aib keluarga,” bebernya.

Untuk itu dikatakan Nawawi, terbentuk Forum partisipasi publik ini terwujud kesejahteraan perempuan dan anak. Perempuan harus mendapatkan akses yang sama dengan laki-laki.

Rapat Koordinasi yang digelar di Aula Dinas P2KB-P3A tersebut juga dihadiri oleh Kanit PPA Polres Bungo, berbagai organisasi perempuan, perwakilan PKK, GOW, akademisi, tokoh agama, perwakilan media massa, serta lain-lain.

Reporter : Fiki

Beri Tanggapan

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

-->
Advertisement
Advertisement