Connect with us

MERANGIN

Aksi Koboy Muzzakir Terhadap Wartawan, Kasat Reskrim Janji Keluarkan SP2HP A2

-

MERANGIN, INDIKATOR.id- Aksi koboy Muzzakir, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Merangin terhadap Rezeki Setia Budi Elsya (RSB), wartawan media Indikator.id group Swarna TV yang bertugas di Merangin terus bergulir.

Pasca Muzzakir dilaporkan RSB ke Polisi Resort (Polres) Merangin pada 19 Desember 2018, perkara tersebut hingga kini masih ditangani Polres Merangin.

Kasat Reskrim Polres Merangin, Iptu Khairunnas dihubungi, Kamis (28/02/2019) malam, berjanji segera mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) A2.

“Kami Satreskrim Polres Merangin masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi demi mendapatkan fakta hukum dari kasus yg di laporkan. Perkembangan penanganan perkara akan segera di sampaikan melalui SP2HP A2, besok akan di buat dan kita serahkan kepada pelapor. Dan untuk saksi sekalian besok kita panggil dan kita serahkan Surat pemanggilan untuk saksi-saksi,” ungkap Iptu Khairunnas via Whatsapp.

Diketahui, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) merupakan hak bagi pelapor. Penyidik wajib memberikan SP2HP kepada pihak pelapor baik diminta atau tidak diminta secara berkala.

Agar pelapor mengetahui sampai dimana perkembangan penyidikan laporannya. Tanpa transparansi, maka dapat memunculkan penyimpangan hukum.

Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, pasal 39 ayat 1, berbunyi dalam hal menjamin akuntabilitas dan transparansi penyidikan, penyidik wajib memberikan SP2HP kepada pihak pelapor baik diminta atau tidak diminta secara berkala paling sedikit 1 kali setiap 1 bulan.

Polemik Muzzakir dan RSB terjadi pada 19 Desember 2018. Kala itu RSB tengah menjalankan tugas peliputan kegiatan Pemkab Merangin di Pasar Rakyat tipe A.

Baca:  Asik Bermain Dibelakang Rumah, FA Tewas Didalam Sumur

Namun tiba-tiba Muzzakir dengan nada tinggi dan gaya premannya mengajak RSB berkelahi. Muzzakir gerah terhadap pemberitaan proyek toilet tanpa sekat yang dibuat RSB, padahal berita tersebut dibuat secara profesional dengan berpegang teguh terhadap kode etik jurnalistik.

Miris, aksi koboy tersebut dipertontonkan Muzzakir dihadapan Bupati Merangin, Alharis yang kala itu berada didekatnya.

Sikap arogansi Muzzakir saat itu sempat mendapatkan teguran langsung dari Alharis. Bahkan kemudian Alharis berjanji akan ikut menyelesaikan masalah anak buahnya itu dengan RSB agar tidak berlarut-larut. Alharis akan memanggil Muzzakir dan RSB, namun hingga kini janji itu tidak juga dipenuhi.

Sikap arogansi Muzzakir ini sangat disayangkan Ketua DPRD Merangin, Zaidan Ismail. Menurutnya, tidak sepatutnya Muzzakir bersikap demikian terhadap wartawan.

“Itu tidak perlu dilakukan sikap seperti itu. Kita ini pejabat, hanya sementara sifatnya. Suatu saat kita akan kembali menjadi masyarakat biasa. Tidak usah arogan, tidak usah sok, gak usah bangga dengan jabatan yang kita punya,” kata Zaidan.

Pimpinan Perusahaan Jambi Media Group yang menaungi Indikator.id dan Swarna TV menilai, Muzzakir berlindung dibalik kekuasaan.

“Jangan mentang-mentang pejabat mau bertindak seenaknya. Kami minta pihak Polres Merangin menyelesaikan perkara ini,” tegas Akhmad Ramadhan.

Undang-undang Pers Tahun 1999 secara eksplisit menyebutkan perlindungan pada wartawan, termasuk hukuman penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp. 500 juta, bagi pelaku kekerasan terhadap wartawan.

Tim Indikator.id

Beri Tanggapan

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Advertisement
Advertisement