SURABAYA (Indikator) – Krisis iklim yang sedang melanda dunia saat ini sama sekali bukan hal yang sepele. Tanda – tandanya bisa kita lihat dan rasakan secara langsung. Mulai dari terjadinya global warming, siklus musim yang berubah, sejumlah hewan terancam punah, ekosistem pun terganggu, dan masih banyak lagi. Krisis ini tidak mungkin diabaikan begitu saja, atau kehidupan masa depan anak – anak kita harus “berperang” dengan alam yang tidak lagi “ramah”.

Inilah pentingnya kampanye penyadaran  krisis iklim seperti yang selalu diserukan remaja asal Swedia, Greta Thunberg tahun 2018. Masyarakat perlu menyadari krisis iklim yang terjadi, karena hanya dengan cara bersama – sama bersikap “lebih ramah” dengan lingkungan alam, resiko krisis iklim ini bisa sedikit banyak dikurangi.  

Sikap lebih ramah ini bisa dilakukan dengan berhemat dalam pemakaian air dan listrik dalam kehidupan sehari hari, menggunakan produk yang ramah lingkungan, menanam pohon, melakukan 5R, yaitu Rethink, reduce, reuse, recycle, replace, serta mengurangi pemakaian gas aerosol.