SURABAYA (Indikator) – Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong resmi dimulai pada Selasa (18/05/2021). Permulaan vaksinasi disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi.
Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenekes) Nomor 10 Tahun 2021, Vaksinasi Gotong Royong adalah program vaksinasi yang diberikan kepada karyawan atau karyawati atau keluarga dan individu yang pembiayaannya dibebankan kepada badan hukum atau badan usaha.
Vaksinasi Gotong Royong merupakan inisiasi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dilaksanakan melalui kerja sama dengan pemerintah terutama Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kesehatan.
Untuk bisa mengikuti program vaksinasi ini, perusahaan perlu mendaftarkan diri melalui situs resmi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di https://kadin.id/.
Dalam situs resminya, Kadin menghimbau kepada perusahaan yang mau berpartisipasi membiayai pembelian vaksin untuk diberikan kepada karyawan & keluarga karyawan dapat mengisi formulir pendataan program Vaksinasi Gotong Royong paling lambat 21 Mei 2021.
Perusahaan yang ingin mendaftar juga bisa langsung mendaftarkan melalui http://vaksin.kadin.id/#!/kuesioner.
Setelah mengisi semua formulir, pihak perusahaan akan mendapatkan email konfirmasi dan tautan pengisian formulir data peserta vaksinasi. Sehingga, perusahaan diminta untuk menyiapkan data lengkap karyawan dan keluarga.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620.
Pemerintah menetapkan harga vaksin Gotong Royong Rp500.000. Jumlah itu merupakan akumulasi harga per dosis dan biaya suntik. Untuk penyuntikan dua dosis, maka dibutuhkan total biaya Rp1 juta per orang.
Rincian diterapkan harga vaksin Rp375.000 per dosis dan penyuntikannya Rp125.000, sehingga totalnya Rp500.000

Hambatan
Sebanyak 10 juta pekerja akan mendapatkan suntikan vaksin corona gotong royong yang didanai perusahaan tempat mereka bekerja. Sebagian perusahaan bahkan komit membiayai vaksinasi hingga mencakup keluarga pekerja.
Program vaksinasi mandiri dimaksudkan untuk turut mengakselerasi vaksinasi terhadap lebih dari 100 juta penduduk yang belum mendapatkan vaksin. Semakin cepat vaksin bisa dibagikan kepada masyarakat, diharapkan semakin cepat pula terbentuk kekebalan komunal terhadap Covid-19 di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan vaksinasi terhadap kelompok prioritas yang mencakup 40 juta sasaran, baru terealisasi sepertiganya.
Banyak hambatan dan penghalang pemerintah bisa merealisasikan penyebaran program vaksinasi, mulai dari kondisi kesehatan penerima hingga keengganan untuk mendapatkan vaksin.
Kurangnya sosialisasi dan edukasi yang digalakkan pemerintah pusat maupun daerah kepada kelompok prioritas untuk menerima vaksinasi.
Program vaksinasi gotong royong cukup krusial untuk mendorong percepatan meraih kekebalan komunal di Indonesia. Oleh karena itu, suplai vaksin yang siap dipakai baru setengah juta dosis, jauh dari kebutuhan yang mencapai sedikitnya 20 juta dosis.
Hal lain yang perlu dicermati, program vaksinasi gotong royong baru menyasar sekitar 10 juta pekerja. Padahal jumlah pekerja formal tidak kurang dari 50 juta. Masih lebih banyak perusahaan yang keberatan untuk membiayai vaksinasi bagi para pekerja.
Prioritas vaksinasi tahap pertama pada perusahaan adalah untuk karyawan level supervisor ke atas karena memiliki mobilitas untuk mengatur operasional produksi. Begitu juga bagi karyawan di front office, seperti security dan pengurus serikat pekerja baru selanjutnya karyawan produksi dan back office (Ist).
