Berdasarkan data Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) Amerika Serikat, China menjadi negara yang paling banyak mengalami gempa bumi signifikan sejak 1990-2023. Tercatat Negeri Tirai Bambu mengalami 186 gempa bumi signifikan pada periode tersebut.

Indonesia menyusul di peringkat kedua dengan 166 kejadian, disusul Iran 109 kejadian.

sementara, frekuensi gempa bumi signifikan Amerika Serikat lebih rendah dari Jepang, yakni 78 kejadian, sementara jepang terdapat 97 kejadian

Gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.

Gempa Bumi biasanya disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang dialami selama periode waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. (*)

Sumber data: Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA)
Tanggal rilis: Januari 2024