Laporan UNICEF, Pneumonia Jadi Penyebab Terbesar Kematian Balita di Dunia 2021

Laporan United Nations Children’s Fund (UNICEF) menunjukkan, pneumonia menjadi penyakit menular yang menyumbang kematian terbesar terhadap anak bawah lima tahun (balita) di dunia pada 2021.

Angkanya mencapai 725.557 kasus pada 2021. UNICEF menyebut, jumlah tersebut sudah turun 54% dari 2000 lalu yang mencapai 1.590.874 kasus kematian.

Secara global, terdapat lebih dari 1.400 kasus pneumonia per 100.000 anak, atau 1 kasus per 71 anak setiap tahunnya. Adapun kejadian terbesar ada di Asia Selatan, yakni 2.500 kasus per 100.000 anak dan Afrika Barat dan Tengah 1.620 kasus per 100.000 anak.

Pneumonia, kata UNICEF, membunuh lebih banyak anak-anak dibanding penyakit menular lainnya. Tercatat, ada 700.000 anak balita meninggal setiap tahunnya atau sekitar 2.000 anak per hari. Jumlah ini mencakup sekitar 190.000 bayi baru lahir.

Sedangkan, kategori Penyakit menular yang menyumbang kematian balita terbesar lainnya adalah diare, yakni 443.833 kasus pada 2021. Progres penanganan diare lebih besar dari pneumonia, yakni turun 63% dari 2000 yang sebesar 1.197.044 kasus.

Kasus kematian diare—terbesar kedua global pada 2000—bahkan kini lebih sedikit dari malaria yang menempati posisi kedua pada 2021.

“Sekarang, jumlah kasus kematian diare hampir setengah dari kematian pneumonia,” tulis UNICEF dalam lamannya.

Penyakit lainnya, yakni malaria (449.696 kasus), sepsis (172.221 kasus), campak (113.861 kasus), tetanus/meningitis/encephalitis atau radang otak (109.101 kasus), dan HIV/AIDS (49.159 kasus).

Masih dalam laporannya tersebut, UNICEF mengutip The Integrated Global Action Plan for the Prevention and Control of Pneumonia and Diarrhoea (GAPPD) menetapkan kerangka kerja terpadu mengenai intervensi-intervensi utama yang terbukti secara efektif guna melindungi kesehatan anak-anak, mencegah penyakit dan mengobati anak-anak yang menderita diare dan gejala pneumonia dengan tepat. (*)

Sumber data: UNICEF
Tanggal rilis: November 2023