Dalam perkembangannya film banyak dijadikan sebagai alat propaganda. Kekuatan film untuk menjadi alat propaganda memang tidak bisa di pungkiri lagi memiliki potensi untuk mempengaruhi masyarakat.

Film propaganda dapat dikemas dalam berbagai cara, tetapi yang paling sering produksi gaya dokumenter atau skenario fiksi, yang diproduksi untuk meyakinkan penontonnya pada sudut pandang politik tertentu atau mempengaruhi pendapat atau perilaku penonton, sering dengan menyajikan konten subjektif yang mungkin secara sengaja menyesatkan.

Berikut, lima film propaganda di dunia yang dirangkum Indikator dari berbagai sumber.

Ivan The Terrible Part I (Rusia)

Diktator Soviet, Joseph Stalin memberikan ijin kepada Eisenstein untuk membuat film ‘Ivan the Terrible’ untuk mempromosikan kekuatan Soviet yg penuh dengan berbagai macam kekayaan dan etnis yg beragam.

Eisenstein tahu sekali apa yg Stalin mau dan Eisenstein musti berhati-hati untuk membuat film yg Stalin suka dan juga apa yg dia mau. Ketika filmnya pertama kali tayang, mendapatkan sambutan yg sukses.

Stalin sangat puas karena film epic ini berhasil mempertunjukan bagaimana Tsar Ivan berhasil mempersatukan Rusia dan momen ini sangat penting karena di masa itu Soviet sedang terlibat perang melawan Jerman di perang dunia ke II dan Stalin perlu film yg bisa membangkitkan semangat rakyat Soviet.

Sayangnya, part II yg di edarkan di tahun 1958 banyak di potong sensor karena di nilai terlalu mengkritik pemerintah dan part III tidak pernah selesai karena Eisenstein meninggal.

Casablanca (Amerika)

Film ini sebenarnya dibuat sebelum Amerika memasuki perang dunia ke II. Walaupun posisi Amerika masih netral, tetapi film ini bersimpati besar dengan pihak sekutu karena mereka berada di pihak yg kalah atau lemah.

Scene yg paling mengharukan adalah ketika perajurit Jerman menyanyikan lagu Jerman dengan lantang di bar, tidak mau kalah, orang-orang Perancis menyanyikan lagu Perancis dengan lebih patriotik.

Walaupun pada awalnya, Rick, orang Amerika yg punya bar selalu bersikeras untuk supaya netral, akhirnya dia memilih untuk membantu pihak sekutu dan menyelamatkan Elsa (walaupun di masih mencintai Elsa) dan pasangannya seorang pemberontak Perancis yg di cari-cari Gestapo untuk melarikan diri dari Casablanca.

Alhasil, Film ini sukses dalam membangun simpati rakyat Amerika untuk menentang kekuasaan Nazi dan ketika Amerika ikut perang, rakyatnya sudah tahu mereka di pihak mana.

The Birth of a Nation (Amerika)

Film berkisah tentang dua keluarga dari pihak berlawanan di jaman perang saudara Amerika. Walaupun film ini di anggap penting/bersejarah karena menggunakan teknis kamera yg groundbreaking; gambar yg panoramik, pergerakan kamera, shooting malam hari dan juga mempunyai visi film epik karena menceritakan momen penting sejarah Amerika.

Film ini di kritik habis-habisan karena di anggap rasis. Orang-orang hitam di gambarkan seperti orang-orang bodoh dan seperti setengah manusia, peran mereka juga di mainkan oleh orang-orang kulit putih sehingga akting dan penampilan terlalu over dan di buat-buat.

Film ini juga menggambarkan Ku Klux Klan (KKK, kelompok orang kulit putih yg rasis) sebagai pahlawan sehingga membuat film ini menjadi kontroverisal dan banyak di larang tayang di beberapa kota. Bahkan film ini juga di gunakan sebagai alat ampuh untuk me-rekrut calon anggota KKK.

Battleship Potemkin (Rusia)

Sequence tangga Odessa di mana tentara Rusia membantai rakyat sipil di anggap sebagai salah satu momen terpenting di sejarah film karena penggunaan editing yg cepat dan dramatis membentuk sebuah cerita yg kuat dari rangkaian gambar yg terpilih.

Ironisnya, pembantaian di tangga Odessa tidak pernah terjadi di sejarah nyata. Eisenstein mendramatiskan momen ini demi cerita dan untuk menggambarkan pemerintah Rusia di bawah kekuasaan Tsar yg jahat karena dia membuat film propaganda untuk partai komunis.

Triumph of The Will (Jerman)

Hitler mengerti bahwa film bisa membawa pesan propaganda yg ampuh untuk mengikat emosi penonton dan dia berhasil melakukan itu dengan ‘Triumph of the Will’, di mana di nobatkan oleh banyak kritikus film sebagai film propaganda terbaik sepanjang masa.

‘Triumph of the Will’ membuat banyak revolusi teknis perfilman melalui cinematography yg brilliant; shooting dari udara, pergerakan dan komposisi kamera yg dinamis, penggunaan lensa fokus panjang untuk menciptakan perspektif yg distorsi dan juga peggunaan musik yg beda. Banyak juga yg berpendapat cinematography modern yg kita lihat di film era sekarang, video klip dan iklan-iklan dinamis semua berhutang budi kepada ‘Triumph of the Will’.

Imej-imej parade militer Jerman yg anggun dan heroik, pidato Hitler yg berapi-api tentang kesatuan kekuatan Jerman dan visual bendera-bendera Nazi yg sangat kuat dan megah bisa menangkap sebuah momen di mana penonton terbawa hanyut oleh pesan-pesan propaganda Hitler.

Bahkan film ini mendapatkan penghargaan emas di Venice Biennale (Festival seni di Venice) dan di Grand Prix exhibition di Paris tahun 1937, sementara isi pesan Hitler yg menyeramkan tentang memurnikan ras Jerman menjadi ras Aryan tidak di anggap terlalu penting dan akhirnya menjerumuskan dunia ke perang dunia ke II (*)